Langsung ke konten utama

🚫FWB, TTMnya Millenials... 🚫 Sebuah Catatan untuk Mamak Zaman Now

Oleh:Eni Purwanti, ST
Mamak Milenial

     Hari itu mamak millenia membuka laman fb, mata tertuju pada sebuah postingan teman dengan judul yang dicetak dengan huruf kapital : FWB!

     Apaan sih? Nih mamak kasih tahu ya. FWB itu kalau jaman mamak masih muda istilahnya TTM, Teman Tapi Mesra, tapi kalau FWB lebih jauh lagi. FWB itu kependekan dari Friends With Benefits, benefitsnya apaan? Biasanya ini dihubungkan dengan benefit enaena, contoh : pertemanan yang disertai dengan kontak fisik yang selayaknya dilakukan oleh pasangan suami istri, bahkan lebih, karena menerjang aturan standar agama (anal, treesome dll)

     Kalo ada mamak-mamak yang baca ini mungkin pada syok. Yah sudah semestinya. Karena kita mamak-mamak punya anak gadis maupun bujangan yang harus kita awasi, keep on eye.

     Saat menelusuri gambar-gambar di postingan itu berlanjut dengan membuka akun IG seorang perempuan muda (Remaja?) yang mempunyai folowers waktu itu 28k up (hari ini sudah mencapai hampir 30k follower-sehari ada 2 ribuan follower baru). Astaghfirullah wa na'udzubillaah. Postingan mengumbar aurat dengan komen lebih dari 500an mengatasnamakan pendidikan seks itu dikomentari oleh kebanyakan followersnya yang berusia belasan tahun. Mereka mengikuti IG si embak itu dengan alasan ingin mendapatkan pendidikan seks agar tidak terjerumus dalam kekerasan seksual (rape), dan melakukan hubungan seks yang "aman".

     Ok, anak-anakku yang sholih sholihah, tahukah kamu,  Al Qur'an dalam menjelaskan hubungan seks atau jimak itu dengan bahasa yang sangat santun, bukan dengan bahasa yang vulgar.

     Dalam Al Qur'an dijelaskan :
نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ ﴿سورة البقرة : ٢٢٣﴾

Artinya: Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.[Q.S. al-Baqarah: 223]

     Dari komen-komen di postingan IG itu, kita bisa tahu kebanyakan mereka remaja yang sudah "jebol"  keperawanannya. Tidak sedikit pula sebenarnya mereka menanyakan bagaimana mencukur bulu kemaluan, mengapa harus dicukur, bagaimana cara menjaga kebersihan diri dan sebagainya. Ini menjadi tugas kita mamak-mamak millenia untuk menjelaskan pada anak-anak dengan bahasa yang santun menjelang masa baligh mereka. Menjelaskan tentang mimpi basah, mandi besar, menjaga aurat, tentang mahram, aturan tidur dsb. Jelaskan pula bahwasanya anak yang lahir diluar nikah itu tidak akan mendapatkan hak perwalian dan hak waris dari ayah biologisnya.

     Duh, jadi ngeri teringat postingan seorang bidan yang didatangi anak SMP buat pasang spiral. Belum lama ini, mamak pun didatangi dua orang mamak dalam waktu yang berbeda, mereka menangis minta mamak menasihati anak mereka. Anak-anak perempuan yang satu kelas 1 SMU dan yang satu lagi kelas 3 SMP, menurut mamak mereka, anaknya "dijual" teman dekatnya. Awalnya pacaran yang kebablasan hingga entah bagaimana ceritanya mereka ketemu sama temannya yang akhirnya membawa mereka pada prostitusi anak.

     Apa berbahaya kalau merasakan hubungan suami istri tanpa ikatan pernikahan? Ya iyalah. Pertama, dosa (jelas ya), kedua, resiko terkena penyakit menular seksual atau PMS, kini dikenal dengan istilah infeksi menular seksual atau IMS, yaitu penyakit atau infeksi yang umumnya ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman. Penyebaran bisa melalui darah, sperma, cairan vagina, atau pun cairan tubuh lainnya.

     Penyakit kelamin banyak macamnya, diantaranya  :
. Klamidia adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri chlamydia trachomatis
. Gonore
. Trikomoniasis
.Herpes genital
. Human papillomavirus (HPV)
. Hepatitis
.HIV

     Buat anak-anakku sayang, para remaja, anak muda se-Indonesia Raya, untuk merasakan enaena itu ada aturannya ya. Kalian wajib menikah dulu. Menurut istilah hukum Islam, pernikahan adalah:
الزّواج شرعا هو عقد وضعه الشارع ليفيد ملك استمتاع الرّجل بالمرأة وحل استمتاع المرأة بالرّجل.
    
Perkawinan menurut syara’ yaitu akad yang ditetapkan syara’ untuk membolehkan bersenang-senang antara laki-laki dengan perempuan dan menghalalkan bersenang-senangnya perempuan dengan laki-laki.

     Pernikahan adalah ikatan yang suci, yang menjadi anjuran Allah dan Rasul-Nya, merupakan akad yang sangat kuat atau mitssaqan ghalidzan untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah. 

     Enaena tanpa ikatan pernikahan itu adalah kenikmatan yang semu, kenikmatan sesaat saja, enaena yang selalu dibayangi rasa berdosa setelah melakukannya. Ingat firman Allah

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِئَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ
الزَّانِي لَا يَنكِحُ إلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin,” (an-Nuur: 2-3).

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,” (al-Israa’: 32)

Mendekati zina saja tidak boleh, apalagi melakukannya..

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً
يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,” (al-Furqaan: 68-69).

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

كُـتِبَ عَلَـى ابْنِ آدَمَ نَصِيْبُـهُ مِنَ الـِزّنَا مُدْرِكٌ ذٰلِكَ لَا مَـحَالَـةَ : فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُـمَـا النَّظَرُ ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُـمَـا الْاِسْتِمَـاعُ ، وَالـِلّسَانُ زِنَاهُ الْـكَلَامُ ، وَالْيَـدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْـخُطَى ، وَالْقَلْبُ يَـهْوَى وَيَتَمَنَّى ، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَ يُـكَـذِّبُـهُ
    
Telah ditentukan atas anak Adam (manusia) bagian zinanya yang tidak dapat dihindarinya : Zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lisan adalah berbicara, zina tangan adalah dengan meraba atau memegang (wanita yang bukan mahram), zina kaki adalah melangkah, dan zina hati adalah menginginkan dan berangan-angan, lalu semua itu dibenarkan (direalisasikan) atau didustakan (tidak direalisasikan) oleh kemaluannya.

     Nah, kalau sudah terlanjur bagaimana? Dosa sudah terlanjur segunung, apa bisa Allah memaafkanya? Anak-anakku yang sholih sholihah, Allah Maha Rahman dan Maha Rahiim, Allah juga Maha Penerima Taubat. Meskipun zina termasuk salah dosa besar dalam Islam dimana pelaku zina mendapatkan hukuman khusus di dunia berupa cambuk 100 kali bagi pezina yang belum menikah (ghairu Muhshon), dan rajam bagi pezina Muhshon (yang sudah menikah), tapi karena kasih sayang Allah yang sedemikian besar pada hambaNya setiap orang yang melakukan perbuatan dosa, jika ingin mendapatkan ampunanNya dia diwajibkan untuk bertaubat untuk menghapus dosa besar yang telah kalian lakukan. Allah berfirman,

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا
    
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (QS. An-Nisa: 31).
    
Ayat ini menjelaskan, syarat dihapuskannya kesalahan adalah bertaubat, dengan meninggalkan dosa yang dilakukan. Taubat secara bahasa artinya kembali. Orang yang bertaubat, berarti dia kembali dari kemaksiatan, menuju aturan Allah, diiringi memohon ampun kepada-Nya.

An-Nawawi mengatakan,

وقد سبق في كتاب الإيمان أن لها ثلاثة أركان: الإقلاع، والندم على فعل تلك المعصية، والعزم على أن لا يعود اليها أبدا

”Dalam kitab al-Iman disebutkan bahwa taubat memiliki 3 rukun: al-Iqla’ (meninggalkan dosa tersebut), an-Nadm (menyesali) perbuatan maksiat tersebut, dan al-Azm (bertekad) untuk tidak mengulangi dosa yang dia taubati selamanya. (Syarh Shahih Muslim, 17/59)

     Buat mamak-mamak Millenials pantau terus anak-anak kita, apa saja yang dilakukannya seharian, dengan siapa dan dimana. Batasi dan awasi penggunaan gajetnya. Kalau sekolah bawa hp karena  guru yang sering memberikan tugas Online, sepulang sekolah ambil dan simpan. Jika ada tugas sekolah dampingi dalam mengerjakannya. Ingat firman-Nya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[at-Tahrîm/66:6]

     Mamak-mamak millenias jangan lupa do'akan anak-anak kita saat mereka menuntut ilmu di sekolah dalam dhuha kita, dan sebut nama mereka di sepertiga malam terakhir dalam sujud tahajud kita. Juga mendo'akan mereka saat kita dalam sebuah majelis ilmu, saat dimana malaikat berkumpul mengaminkan do'a-do'a kita. Semoga lelah kita menjadi lillaah.

     Ya Allah berikanlah kepada kami dan anak-anak kami ilmu yang bermanfaat dan barokah. Lindungilah kami dari perbuatan keji dan munkar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Liberalisasi di Balik Kebijakan Kelistrikan

M asih ingatkah awal tahun 2017 masyarakat diberi kado terindah oleh pemerintah yaitu kenaikan kebutuhan masyarakat ? Mulai dari harga BBM, tarif STNK dan tarif dasar listrik yang merugikan  rakyat . Pencabutan subsidi BBM, kenaikan tarif daftar listrik, pencabutan subsidi kesehatan, melonjaknya harga cabai merah yang menyebabkan inflasi bagi indonesia, tingkat kriminalitas tinggi yang membuat resah masyarakat dan Kenaikan tarif Penerbitan STNK, BPKB, Dan Plat kendaraan bermotor hingga 3x lipat.             Diperparah lagi, kenaikan tarif listrik pada pelanggan dengan daya 900 VA (biasa digunakan  rakyat  kecil) dari Rp.605/kWh menjadi Rp.1467,28/kWh. Sudah diberlakukan berkala mulai 1 Januari 2017 yang lalu. Bahkan pemerintah mencabut subsidi listrik untuk pengguna 900 VA yang dikatakan rumah tangga mampu. 1 Mei 2017 sudah ketiga kalinya tarif dasar listrik mengalami kenaikan secara berkala oleh pemerintah. Masyar...

DATA BOHONG Di DEBAT CAPRES

oleh: Anis Zakiyatul M. Aliansi Penulisa Rindu Islam Debat kedua calon presiden tuntas digelar pada Ahad malam, tanggal 17 februari 2019. Banyak hal yang menjadi perhatian publik mulai dari pelafalan kata unicorn, kepemilikan lahan Prabowo, dugaan penggunaan alat bantu earpiece dan pena, hingga penyampaian data yang tidak valid oleh Jokowi. Dari beberapa hal diatas yang masih hangat di perbincangkan hingga hari ini adalah transparansi data Jokowi saat debat. Mereka yang awam mungkin akan terpesona pada data-data yang disampaikan petahana untuk menguatkan jawaban dan membantah pihak lawan. Sayangnya, yang tidak diketahui mereka yang tidak paham berita adalah kebenaran dari data-data tersebut. Ada beberapa isu yang sudah disampaikan ke publik, akan tetapi datanya tidak valid. Karena fakta dilapangan bertolak belakang 180 derajat dengan data yang disajikan Jokowi pada saat debat. Mari kita ingat lagi beberapa data yang telah disampaikan Jokowi pada saat debat dan diklaim sebagai prest...

NEGARA KAPITALISTIK-KOMUNIS GAGAL MENJADI PANGLIMA ATASI EPIDEMI VIRUS CORONA

Oleh: Citra Yanuary A. S., SS Aliansi Penulis Rindu Islam Virus Corona Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) pada Selasa (11/2/2020) mengumumkan bahwa " Covid-19" menjadi nama resmi baru untuk coronavirus yang pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China pada 31 Desember 2019. "Co" berarti "corona", "vi" untuk "virus", dan "d" untuk "disease (penyakit)". Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, nama itu telah dipilih untuk menghindari referensi ke lokasi geografis tertentu, spesies hewan, atau sekelompok orang sesuai dengan rekomendasi internasional untuk penamaan dan menghindari stigmatisasi. WHO sebelumnya memberi virus nama sementara "penyakit pernapasan akut 2019-nCoV" dan Komisi Kesehatan Nasional China Minggu ini mengatakan bahwa sementara waktu menyebutnya "novel coronavirus pneumonia" atau NCP. (https://www.kompas.com/tren/read/2020/02/12/063200865/ini-alasan-who-memberi...