Oleh: Ani Susilowati S. pd.
Aliansi Penulis Rindu Islam
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Umat Islam itu laksana satu tubuh. Satu bagian mengokohkan bagian tubuh lainnya. Setiap tubuh mempunyai darah yang menyebabkan seseorang menjadi sehat, darah yang bersih dan baik. Apabila seseorang kekurangan darah, atau bahkan kehabisan darah, maka ia akan menjadi lemas, tidak dapat bangkit dan beraktivitas secara normal. Kehidupannya kemudian menjadi beban bagi orang lain. Demikian halnya keadaan umat Islam saat ini. Bangsa kita dalam keadaan menderita, sakit, dan lemah. Realitas kekinian menunjukkan bahwa tubuh tersebut kini tengah dilanda sakit kronis. Hampir setiap anggota tubuh mengalaminya. Tubuh umat saat ini terkoyak dan jalannya terseok-seok. Sedih, pedih, dan perih. Mungkin itulah kata-kata yang bisa mewakili ragam duka, luka, dan nestapa bangsa ini akibat musibah yang bertubi-tubi. Belum reda duka lombok akibat gempa, muncul duka baru gempa palu, muncul lagi tsunami Banten, belum lagi permasalahan politik dan sederet pernak - pernik pemerintahan yg semakin menambah penderitaan rakyat saat ini. Rezim saat ini telah gagal dalam mensejahterahkan rakyat.
Carut-Marut Problematika Negeri
Saat ini, fitnah-fitnah itu nampaknya sudah terlihat. Bahkan sinyalmen Rasulullah bahwa suatu ketika umat Islam akan diperebutkan musuh-musuhnya seperti halnya hidangan yang dicomot dari berbagai penjuru sudah menunjukkan buktinya. Banyak sekali problematika yang dihadapi oleh kaum muslimin saat ini. Diantara problematika yang kita dihadapi saat ini adalah:
1. Gizi buruk dan kelaparan
Menurut staf lembaga pangan dunia(FAO) sekitar 20 juta penduduk indonesia masuk kategori rawan pangan dan satu diantara tiga anak indonesia pengidap kekurangan gizi akut(stunting). Sebuah ironi di negeri yang dianugerahi Allah SDA pertanian yang melimpah.
2. Krisis dan mahalnya air bersih
Puluhan juta jiwa masyarakat indonesia tidak memiliki akses air bersih dan sanitasi yang baik. Apalagi disaat musim kemarau ada yang terpaksa minum air kubangan. Krisis air juga menyebabkan gagal panen di berbagai daerah. Bahkan nyawa pun melayang karena berebut air.
3 Mahalnya pelayanan kesehatan
Harga pelayanan kesehatan terus melangit padahal itu adalah akses publik terhadap kesehatan ( jasa dokter, peralatan medis, dan obat). Meski ada BPJS kesehatan tetap saja sulit.
4. Mahalnya biaya pendidikan
Beban biaya pendidikan yang mahal tetap harus dipikul masyarakat, khususnya pada pendidikan menengah atas dan SMK. Angka putus sekolah dan yang tidak sekolah masih tinggi .
5. Pembaratan dibidang budaya,
Musik, pakaian, makanan, minuman, film, dan gaya hidup sumuanya berkiblat pada barat. Lagu-lagu pun kebanyakan bertemakan seks dengan mengatasnamakan cinta . Pakaianpun serba membuka aurat, laki- laki dan perempuan diposisikan sebagai pemuas nafsu seksual. Penjualan vcd porno menjamur, hingga seks bebas berkembang dimana- mana.
Mengapa ini terjadi?
Berbagai problematika sedang dihadapi rakyat negeri ini. Pertanyaanya sekarang, apa sebenarnya akar permasalahan munculnya masalah-masalah tersebut?
Apabila kita mau merenungkan dalam- dalam realitas kaum muslim saat ini, maka akan kita dapati bahwa semua itu bukanlah persoalan pokok. Sebab akar masalah utamanya adalah karena hukum Allah tidak lagi diterapkan oleh umat saat ini. Di negeri yang mayoritas muslim, Justru umat islam tidak diatur oleh hukum-hukum Allah. Sebaliknya, mereka justru menerapkan ideologi kapitalis yang jelas-jelas bertentangan dengan keyakinan yang dianut kaum muslimin. Padahal, dengan ditinggalkannya aturan Islam dalam pengaturan kehidupan terbukti telah memundurkan umat dan menjadikannya hidup dalam kehinaan dimana-mana.
Apa yang harus kita lakukan?
Kunci keberkahan hidup adalah takwa kepada Allah SWT. Tentu dengan takwa yang sebenarnya dengan mengikuti seluruh petunjuk Allah SWT didalam al quran . Artinya tidak ada ketaqwaan tanpa sikap mengikuti Al Qur'an. Karena Al Qur'an merupakan sumber keberkahan hidup. Agar hidup kita menjadi berkah, maka caranya adalah dengan meninggalkan semua hukum jahiliyah yang telah terbukti mendatangkan banyak musibah dan masalah.
Lalu menegakkan syariat islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Alat untuk menegakkan hukum-hukum tersebut adalah negara. (Wallahu'alam)
Komentar
Posting Komentar