Langsung ke konten utama

2019, MENYONGSONG ERA PERUBAHAN SEJATI

Oleh: Ani Susilowati S. pd.
Aliansi Penulis Rindu Islam

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Umat Islam itu laksana satu tubuh. Satu bagian mengokohkan bagian tubuh lainnya. Setiap tubuh mempunyai darah yang menyebabkan seseorang menjadi sehat, darah yang bersih dan baik. Apabila seseorang kekurangan darah, atau bahkan kehabisan darah, maka ia akan menjadi lemas, tidak dapat bangkit dan beraktivitas secara normal. Kehidupannya kemudian menjadi beban bagi orang lain. Demikian halnya keadaan umat Islam saat ini. Bangsa kita dalam keadaan menderita, sakit, dan lemah. Realitas kekinian menunjukkan bahwa tubuh tersebut kini tengah dilanda sakit kronis. Hampir setiap anggota tubuh mengalaminya. Tubuh umat saat ini terkoyak dan jalannya terseok-seok. Sedih, pedih, dan perih. Mungkin itulah kata-kata yang bisa mewakili ragam duka, luka, dan nestapa bangsa ini akibat musibah yang bertubi-tubi. Belum reda duka lombok akibat gempa, muncul duka baru gempa palu, muncul lagi tsunami Banten, belum lagi permasalahan politik dan sederet pernak - pernik pemerintahan yg semakin menambah penderitaan rakyat saat ini. Rezim saat ini telah gagal dalam mensejahterahkan rakyat.

Carut-Marut Problematika Negeri
Saat ini, fitnah-fitnah itu nampaknya sudah terlihat. Bahkan sinyalmen Rasulullah bahwa suatu ketika umat Islam akan diperebutkan musuh-musuhnya seperti halnya hidangan yang dicomot dari berbagai penjuru sudah menunjukkan buktinya. Banyak sekali problematika yang dihadapi oleh kaum muslimin saat ini. Diantara problematika yang kita dihadapi saat ini adalah:
1. Gizi buruk dan kelaparan
Menurut staf lembaga pangan dunia(FAO) sekitar 20 juta penduduk indonesia masuk kategori rawan pangan dan satu diantara tiga anak indonesia pengidap kekurangan gizi akut(stunting). Sebuah ironi di negeri yang dianugerahi Allah SDA pertanian yang melimpah.

2. Krisis dan mahalnya air bersih
Puluhan juta jiwa masyarakat indonesia tidak memiliki akses air bersih dan sanitasi yang baik. Apalagi disaat musim kemarau ada yang terpaksa minum air kubangan. Krisis air juga menyebabkan gagal panen di berbagai daerah. Bahkan  nyawa pun melayang karena berebut air.

3 Mahalnya pelayanan kesehatan
Harga pelayanan kesehatan terus melangit padahal itu adalah akses publik terhadap kesehatan ( jasa dokter, peralatan medis, dan obat). Meski ada BPJS kesehatan tetap saja sulit.

4. Mahalnya biaya pendidikan
Beban biaya pendidikan yang mahal tetap harus dipikul masyarakat, khususnya pada pendidikan menengah atas dan SMK. Angka putus sekolah dan yang tidak sekolah masih tinggi .

5. Pembaratan dibidang budaya,
Musik, pakaian, makanan, minuman, film, dan gaya hidup sumuanya berkiblat pada barat. Lagu-lagu pun kebanyakan bertemakan seks dengan mengatasnamakan cinta . Pakaianpun serba membuka aurat, laki- laki dan perempuan diposisikan sebagai pemuas nafsu seksual. Penjualan vcd porno menjamur, hingga seks bebas berkembang dimana- mana.

Mengapa ini terjadi?
Berbagai problematika sedang dihadapi rakyat negeri ini.  Pertanyaanya sekarang, apa sebenarnya akar permasalahan munculnya masalah-masalah tersebut?
Apabila kita mau merenungkan dalam- dalam realitas kaum muslim saat ini, maka akan kita dapati bahwa semua itu bukanlah persoalan pokok. Sebab akar  masalah utamanya adalah karena hukum  Allah tidak lagi diterapkan oleh umat saat ini. Di negeri yang mayoritas muslim, Justru umat islam tidak diatur oleh hukum-hukum Allah. Sebaliknya, mereka justru menerapkan ideologi kapitalis yang jelas-jelas bertentangan dengan keyakinan yang dianut kaum muslimin.   Padahal, dengan ditinggalkannya aturan Islam dalam pengaturan kehidupan terbukti telah memundurkan umat dan menjadikannya hidup dalam kehinaan dimana-mana.

Apa yang harus kita lakukan?
Kunci keberkahan hidup adalah takwa kepada Allah SWT. Tentu dengan takwa yang sebenarnya dengan mengikuti seluruh petunjuk Allah SWT didalam al quran . Artinya tidak ada ketaqwaan tanpa sikap mengikuti Al Qur'an. Karena Al Qur'an merupakan sumber keberkahan hidup. Agar hidup kita menjadi berkah, maka caranya adalah dengan meninggalkan semua hukum jahiliyah yang telah terbukti mendatangkan banyak musibah dan masalah.
Lalu menegakkan syariat islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Alat untuk menegakkan hukum-hukum tersebut adalah negara. (Wallahu'alam)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Liberalisasi di Balik Kebijakan Kelistrikan

M asih ingatkah awal tahun 2017 masyarakat diberi kado terindah oleh pemerintah yaitu kenaikan kebutuhan masyarakat ? Mulai dari harga BBM, tarif STNK dan tarif dasar listrik yang merugikan  rakyat . Pencabutan subsidi BBM, kenaikan tarif daftar listrik, pencabutan subsidi kesehatan, melonjaknya harga cabai merah yang menyebabkan inflasi bagi indonesia, tingkat kriminalitas tinggi yang membuat resah masyarakat dan Kenaikan tarif Penerbitan STNK, BPKB, Dan Plat kendaraan bermotor hingga 3x lipat.             Diperparah lagi, kenaikan tarif listrik pada pelanggan dengan daya 900 VA (biasa digunakan  rakyat  kecil) dari Rp.605/kWh menjadi Rp.1467,28/kWh. Sudah diberlakukan berkala mulai 1 Januari 2017 yang lalu. Bahkan pemerintah mencabut subsidi listrik untuk pengguna 900 VA yang dikatakan rumah tangga mampu. 1 Mei 2017 sudah ketiga kalinya tarif dasar listrik mengalami kenaikan secara berkala oleh pemerintah. Masyar...

DATA BOHONG Di DEBAT CAPRES

oleh: Anis Zakiyatul M. Aliansi Penulisa Rindu Islam Debat kedua calon presiden tuntas digelar pada Ahad malam, tanggal 17 februari 2019. Banyak hal yang menjadi perhatian publik mulai dari pelafalan kata unicorn, kepemilikan lahan Prabowo, dugaan penggunaan alat bantu earpiece dan pena, hingga penyampaian data yang tidak valid oleh Jokowi. Dari beberapa hal diatas yang masih hangat di perbincangkan hingga hari ini adalah transparansi data Jokowi saat debat. Mereka yang awam mungkin akan terpesona pada data-data yang disampaikan petahana untuk menguatkan jawaban dan membantah pihak lawan. Sayangnya, yang tidak diketahui mereka yang tidak paham berita adalah kebenaran dari data-data tersebut. Ada beberapa isu yang sudah disampaikan ke publik, akan tetapi datanya tidak valid. Karena fakta dilapangan bertolak belakang 180 derajat dengan data yang disajikan Jokowi pada saat debat. Mari kita ingat lagi beberapa data yang telah disampaikan Jokowi pada saat debat dan diklaim sebagai prest...

NEGARA KAPITALISTIK-KOMUNIS GAGAL MENJADI PANGLIMA ATASI EPIDEMI VIRUS CORONA

Oleh: Citra Yanuary A. S., SS Aliansi Penulis Rindu Islam Virus Corona Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) pada Selasa (11/2/2020) mengumumkan bahwa " Covid-19" menjadi nama resmi baru untuk coronavirus yang pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China pada 31 Desember 2019. "Co" berarti "corona", "vi" untuk "virus", dan "d" untuk "disease (penyakit)". Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, nama itu telah dipilih untuk menghindari referensi ke lokasi geografis tertentu, spesies hewan, atau sekelompok orang sesuai dengan rekomendasi internasional untuk penamaan dan menghindari stigmatisasi. WHO sebelumnya memberi virus nama sementara "penyakit pernapasan akut 2019-nCoV" dan Komisi Kesehatan Nasional China Minggu ini mengatakan bahwa sementara waktu menyebutnya "novel coronavirus pneumonia" atau NCP. (https://www.kompas.com/tren/read/2020/02/12/063200865/ini-alasan-who-memberi...